Mengenang Sang Jendral Besar

“Pangeran iku Mahawelas lan Mahaasih, hayuning bawana marga saka kanungrahaning Pangeran.”

Kata-kata yang berarti Tuhan itu Maharahim dan Mahaasih, dan kebahagian semesta ini adalah anugrah Tuhan, tertulis di sebuah plakat di petilasan tempat Ibu Soekirah binti Atmosoediro melahirkan seorang bayi yang nantinya akan menjadi sosok pemimpin besar bangsa Indonesia, SOEHARTO.

Museum memorial Jenderal Besar Soeharto ini terletak di desa tempat Soeharto lahir dan menghabiskan masa kecil sebelum beranjak dewasa dan menjadi tentara pejuang yang bertempur melawan penjajah Belanda dan Jepang . Tepatnya di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Kurang lebih 15 km dari pusat kota Jogja menuju arah barat.

Memorial ini dibangun di rumah masa kecil Soeharto. Luas area memorial ini kurang lebih 3000 m2, cukup 30 menit hingga 1 jam untuk mengelilingi setiap sudutnya (di luar hari libur dan minggu ya…kalo hari libur pengunjungnya rame bingitss). Memasuki area memorial kita akan berhadapan dengan patung  sang jenderal besar setinggi 4 meteran yang terbuat dari logam entah perunggu atau tembaga dan sebuah batu prasasti di sebelahnya.

memorial mengenang sang jendral besar
memorial mengenang sang jendral besar

Perjalanan kita akan dipandu menuju sebuah ruang museum yang berisi diorama perjuangan Soeharto dari awal hingga akhir. Sejarah perjuangan Soeharto sejak masa kanak-kanak hingga lengser dari kursi kepresidenan lengkap tersaji (tentu saja dari versi keluarga….karena kita akan mendapatkan informasi yang lebih jelas di sini). Peran beliau saat serangan oemoem satoe maret, perang gerilya melawan penjajah belanda, pergerakan melawan jepang, semua lengkap tersaji. Komando beliau saat pembebasan Irian Barat lengkap dengan copy dokumen pepera. Komando beliau saat penumpasan G30SPKI yang fenomenal (versi yang sama persis dengan film legendaris yang  tiap tanggal 30 September kita tonton, setidaknya hingga beliau lengser dari kursi presiden). Nah, di ujung koridor museum, di diorama terakhir akan ditemui fakta saat detik-detik terakhir beliau menyerahkan kekuasaan ke BJ Habibie.

diorama
diorama

Di bangunan lain kita akan diperlihatkan petilasan tempat bayi Soeharto dilahirkan, lengkap dengan sumur tempat memandikan Soeharto kecil. Banyak kalimat-kalimat wejangan dalam bahasa jawa yang terpampang di sana-sini yang bisa kita jadikan petunjuk hidup kita.

Tempat ini bagus buat dijadikan wisata edukasi buat anak-anak kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai para pahlawan..bukan begitu???

Rio Zakaria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *