Kereta Api membuat perjalanan darat yang nyaman

Kereta Api

FB_IMG_1471518331699

 

 

 

 

 

 

 

 

Jenis-jenis kelas kereta api

Berdasarkan jenis kelasnya, kereta api kelasnya bisa dibagi menjadi tiga, yaitu KA Eksekutif, KA Bisnis, dan KA Ekonomi. Secara umum, ketiga jenis kereta api itu semuanya dilengkapi dengan pendingin ruangan atau AC, jadi kenyamanannya cukup terjamin. Selain itu, di semua jenis kereta api juga ada peringatan tidak boleh merokok di dalam gerbong dan peringatan tidak boleh masuknya pedagang asongan ke dalam gerbong.

Perbedaan kelas kereta api ini bisa dilihat dari:

  1. Harga tiket Kereta Api. Umumnya, harga tiket KA eksekutif jauh lebih mahal dibandingkan KA bisnis dan KA ekonomi.
  2. Fasilitas di gerbong penumpang. KA eksekutif biasanya menyediakan selimut serta bantal gratis. Selain itu, kualitas AC KA eksekutif pun lebih baik ketimbang KA bisnis dan ekonomi.
  3. Tempat duduk. Susunan tempat duduk KA eksekutif dan bisnis umumnya adalah 2-2. Sementara, KA ekonomi menampilkan susunan tempat duduk 2-3 dan 3-3. Kursi di KA eksekutif juga empuk serta bisa diatur masing-masing.
  4. Waktu tempuh. KA eksekutif memiliki waktu tempuh lebih cepat dikarenakan tidak semua stasiun disinggahi.
  5. Stasiun yang disinggahi. Di beberapa kota, stasiun untuk KA eksekutif dibedakan dengan KA ekonomi. Misalnya, di Jakarta KA eksekutif dilayani di Stasiun Gambir, sedangkan KA ekonomi di Stasiun Pasar Senen.

Pembagian kelas kereta api

Selain memahami perbedaan jenis kelas, kita juga harus mengetahui sub kelas pada kereta api. Secara singkat, sub kelas adalah daerah tempat duduk dalam kereta api. Sub kelas ini bisa ditemukan pada KA eksekutif, bisnis maupun ekonomi AC.

Tidak ada perbedaan fasilitas yang berarti antara sub kelas satu dengan yang lainnya. Meski demikian, sub kelas ternyata berpengaruh menentukan harga tiket kereta api.

Inilah sub kelas yang ada di setiap kelas kereta api:

  • Eksekutif: A, H, I, J, X (sub kelas A memiliki tarif yang paling tinggi, sedangkan X umumnya adalah tarif promo)
  • Bisnis: B, K, N, O, Y (sub kelas B memiliki tarif yang paling tinggi, sedangkan Y adalah tarif promo)
  • Ekonomi Komersial: C, P, Q, S, Z (sub kelas C memiliki tarif yang paling tinggi, S adalah tarif terendah, sedangkan Z memiliki tarif promo)

Seperti disebutkan sebelumnya, tidak ada perbedaan fasilitas berarti pada masing-masing sub kelas. Hanya saja, sub kelas dengan harga termahal umumnya memiliki posisi yang menguntungkan, yaitu di gerbong tengah dari rangkaian kereta api. Sehingga penumpang yang duduk di sub kelas termahal bisa naik dan turun kereta lebih mudah, karena pintu berhadapan langsung menuju pintu keluar stasiun.

Bukan itu saja, sub kelas yang paling mahal biasanya lebih dekat ke gerbong makan. Jadi, penumpang akan lebih gampang untuk memesan makanan atau minuman. Selain itu, posisi gerbong di tengah memiliki efek goncangan lebih halus karena posisi kursi tidak berada di atas rangkaian roda kereta. Alhasil, perjalanan kita pun akan terasa lebih nyaman.

Penerapan sub kelas tidak sama di setiap KA. Bisa jadi, pada satu gerbong hanya  terdapat 1 sub kelas, sementara gerbong lainnya memiliki lebih dari 1, bahkan hingga 4 sub kelas sekaligus.

Susunan tempat duduk di setiap gerbong pun diatur berdasarkan sub kelasnya. Sub kelas termahal (A, B, C) berada di tengah-tengah gerbong atau jauh dari pintu. Sedangkan sub kelas termurah (J, O, S) posisinya berada di dekat pintu. Sedangkan sub kelas lainnya berada di antara sub kelas paling mahal dan paling murah.

 

 

Profile

FB_IMG_1471518432560

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *